Jumat, 30 Maret 2012

burung kenari dan pohon akasia

Taukah kau di puncak bukit itu
ada kisah pohon akasia dan burung kenari?


 
Akasia yang tegap berdiri,
yang memberikan rindang,
Masih bisa riang walau tak akan mungkin dia berlari
 
 
Dan burung kenari mungil
yang dapat mengepak tinggi,
masih dapat merasa teduh walau sering bersiul gaduh.

 
Ya, engkau burung kenari dan aku pohon akasia
Terbanglah kesana kemari.
Aku tak akan kemana, supaya engkau tau dimana akan menemukanku,
untuk sekedar hinggap.

Kamis, 29 Maret 2012

Deepbreath #1

     weekend ini mungkin akan menjadi weekend yang tidak biasa bagi saya.  Hal ini cukup mempengaruhi stabilitas emosi dan pikiran saya di beberapa minggu terakhir, saya kacau. Ya, LPJ akhir tahun, cukup mendebarkan untuk melihat cerminan apa yang saya lakukan sepanjang tahun belakangan. Maksimal? Saya rasa belum. Totalitas? Saya rasa banyak orang yang lebih heroik dari saya.  Mengingat keidealan saya di setahun yang lalu dan seperti apa saya sekarang, ada sisi kekecewaan, rasanya saya bisa melakukan hal yang lebih baik dari ini, harusnya saya masih bisa memberikan banyak hal.
Hingga kemudian saya cukup akrab dengan dua dunia yang saya jalani di kampus ITB. Pertama, dunia legislasi kongres, dengan seringnya pembahasan panjang yang berputar-putar, diskusi dialektika berat berujar kata, saya akui, itu bukan dunia saya. sedangkan dunia praktis taktis dan jalani saja, dunia himpunan yang teknis, saya sadari, beberapa hal di himpunan bukanlah prinsip yang mudah saya terima. Namun dari keduanya, saya bisa melihat pola pikir dari berbagai sudut pandang. Walaupun hanya diam, ketika saya hanya mendengarkan dan mengamati, bukan berarti saya kosong tak berisi.
----------------------------

Baik, saya kacau. Menjelang LPJ entah kenapa saya sering merenung, berdiam diri. Ini bukan hanya tentang menjadi senator Terra, tapi melihat diri saya setahun yang kemarin, dan sekarang. Beberapa orang bilang saya pucat, muka saya lusuh. Penggambaran introspeksi kebingungan di raut muka. Saat-saat tertentu saya menyimpannya dengan sedikit senyuman. oiya, kemudian saya melakukan beberapa hal yang tanpa sadar jarang saya lakukan. Berpakaian tidak beraturan, lupa naruh kacamata, kunci rumah ketinggalan, memakai kaos kaki dan sepatu dari kaki kiri, begadang dan bangun siang, dan sering bicara ngelantur ngawur. dan ya, saya mulai tidak peduli dengan keadaan sekitar. Entah berapa orang yang sudah saya bikin kesal, dan abaikan, dan saya tidak sadar telah berbuat salah kepada mereka. Belum lagi, tingkat empat, grafik akademik stagnan, teman-teman lain berpikir TA, saya merasa belum kemana-mana. Seorang teman senasib berujar, ‘ya, selama hampir 22 tahun gw hidup, mungkin setahun belakangan adalah masa paling bawah dalam fase roda hidup gw. tapi tanpa kalian, gw pikir gw bakal sangat kesulitan buat berputar’

Saya katakan, ‘apalah arti kesempurnaan. Jika kekurangan ada untuk saling melengkapi
Setahun kebelakang. Dan mungkin butuh satu tahun lagi untuk sekedar memikirkan satu kata yang dapat mewakili seluruhnya.

Aah. saya ingin mencari pelampiasan dan momentum perubahan, Mungkin pekan depan, Setelah setahun yang secara sederhana saya ungkapkan dengan tarikan nafas panjang. Saya ingin melakukan hal-hal baik yang sudah jarang saya lakukan. Oh, kadang saya hanya rindu dengan diri saya yang lama.
Saat-saat tertentu, saya berusaha kembali ke masa lalu, pulang ke rumah selalu menjadi hal yang menyenangkan. Bertemu keluarga, kawan lama, nostalgia tentang masa lalu. Saya hanya berharap apa yang telah saya lakukan, dengan putaran roda naik turunnya, dan suka dukanya, lesu senyumnya, paling tidak akan menjadi hal yang menyenangkan untuk dikenang, suatuketika, di suatu tempat.